Mengapa Panggang Bolu Dilapisi Pasir Hasilnya Lebih Bagus

Istri saya pernah mecoba memanggang bolu dengan cara langsung meletakkan wadah adonan di atas kompor. Hasilnya tidak teralu bagus. Bolu yang dihasilkan agak kering dan menjurus pada sedikit gosong di bagian permukaan (yang bersentuhan dengan pemanggang). Bagian dalam bolu cukup baik. Penyebabnya adalah suhu pemanggang yang terlalu tinggi. Pemanggang terbuat dari bahan aluminium. Walaupun kompor gas telah diset pada kondisi nyala minimum, namun suhu yang dihasilkan masih tinggi. Kalau setelan kompor diperkecil lagi maka kompor langsung mati.

Hasil yang baik bisa diperoleh dengan menurunkan suhu wadah adonan. Karena kompor menghasilkan suhu yang sudah segitu, maka cara menurunkan susu wadah adonan adalah menghambat aliran panas dari kompor ke wadah adonan. Salah satu cara adalah menyelipkan bahan yanga lebih sulit dilewati kalor (memiliki konduktiovotas termal yang rendah) dibandingkan aluminium. Salah satu bahan tersebut yang mudah adalah pasir. Pasir memiliki konduktivitas termal antara 2,05 – 7 W/m K sedangkan bahan aluminium memiliki konduktivitas termal 205 W/Km. Bagaimana menjelaskan fenomena ini?

Gambar 1 Skema aliran kalor melewati bahan

Perhatikan Gambar 1. Kita misalkan ada lapisan bahan yang memiliki ketebalan \( L \). Bagian bawah bahan dikenai api kompor dan bagian atas menyentuhan dengan wadah panggangan. Laju aliran kalor yang melewati bahan memenuhi persamaan perambatan kalor

\( q = k {{T_1 – T_2} \over L} \quad \quad \quad \quad \quad \quad (1)\)

dengan

\( q \) adalah laju aliran kalor (energi kalor per satuan waktu per satuan luas)

\( k \) konduktivitas termal bahan

\( T_1 \) suhu permukaan yang lebih tinggi

\( T_2 \) suhu permukaan yang lebih rendah

Persamaan (1) dapat ditulis ulang menjadi

\( T_2 = T_1 – {{q L} \over k} \quad \quad \quad \quad \quad \quad (2)\)

Tampak dari persamaan (2) bahwa jika supply kalor yang diberikan oleh kompor atau sumber panas lainnya konstan (\( q \) = konstan) dan suhu permukaan yang bersentuhan dengan api \( T_1 \) = konstan juga maka:

Suhu permukaan kedua makin kecil jika konduktivitas termal makin kecil.

Kita lihat dari persamaan (2) mahwa makin kecil \( k \) maka \( {qL} \over k \) makin besar. Dengan demikian \( T_2 \) makin kecil.

Karena kondutivitas termal pasir sekitar 100 kali lebih kecil daripada konduktivitas termal aluminium maka suhu permukaan pasir yang bersentuhan dengan wadah bolu lebih kecil daripada suhu permukaan wadah bolu jika tidak ada lapisan pasir. Dengan suhu permukaan yang lebih kecil maka bolu yang dipanggang menggunakan lapisan pasir tidak akan cepat gosong, melainkan akan menerima panas secara perlahan-lahan sehingga proses pematangan berlangsung baik di seluruh bagian.

Seberanyna, tanpa menggunakan pasir juga bisa, tetapi harus menggunakan sumber api yang sangat kecil. Ini sesuai dengan persamaan (2) bahwa dengan memberikan kalor yang kecil maka permukaan aluminium yang bersentuhan dengn api (\( T_1 \) lebih rendah) yang berimplikasi \( T_2 \) ikut tendah. Namun, untuk kompor gas, walaupun telah distel minimal, kalor yang dihasilkan masih cukup tinggi. Oleh karena itu, untuk kompor gas, salah satu pilihan adalah menggunakan pasir.

Gambar 2 adalah lapisan pasir yang ditempatkan di bawah wadah bolu. Gambar 3 adalah peroses pemanggangan dengan menggunakan lapisan pasir tersebut.

Gambar 2 Lapisan pasir yang digunakan

Gambar 3 Proses pemanggangan dengan penambahan lapisan pasir.

Jika merasa bermanfaat, silakan share dan like:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *